Jalan raya merupakan akses penting di suatu daerah semisal kota, desa atau negara. Jalan merupakan fasilitas umum, dipakai guna mendistribusikan atau sekedar berjalan-jalan. Lalu bagaimana rasanya tinggal didekat jalan raya? Seperti judul diatas, saya akan bercerita pengalaman saya hidup didekat jalan yang cukup sibuk tiap harinya, jalannya bernama Jalan Pantura Margadana dikota Tegal, suaranya yang berisik karena merupakan jalan utama untuk kendaraan berbagai daerah, kadang ada konvoi motor gede lewat, sering juga konvoi supercar dan tahun kemarin Mantan presiden Bapak SBY beserta rombongannya lewat di jalan Margadana sebelum diadakan pemilu, Beliau mengenakan pakaian rompi anti peluru, dan tentu saja itu merupakan hal yang sangat dibanggakan karena melihat beliau secara langsung.
Berbicara tentang jalan raya pasti ada saja kecelakaan, ya kecelakaan. Saya sering menemui kecelakaan dimana korbannya terluka parah hingga korban nyawa. Suatu pengalaman yang mengerikan ketika saya melihat secara langsung korban yang terkapar berlumuran darah, yang paling parah lehernya yang robek, dan tidak bisa diselamatkan. Menurut kronologis, mobil terbalik karena melewati pembatas jalan yang ada ditengah, disinyalir pemuda tersebut mengendarai mobil minibus sendirian, mobil terbalik dikarenakan Ia tidak fokus saat mengemudi, Saat ia mengemudi mobil, ia memegang remot control yang biasa digunakan untuk mainan mobil-mobilan, sembari memegang setir ditangan kanannya dan juga memegang remot ditangan kirinya, kemungkinan pengemudi kaget ketika melihat penyebrang karena tempat kejadian dekat dengan penyebrangan. Pertolongan terlambat datang hingga akhirnya ia tewas kehabisan darah, dan sangat mengharukan ia tewas dipangkuan saudaranya, karena ia datang ditempat kejadian setelah salah satu saksi menelpon saudaranya sebelum ia meninggal. Kejadian itu terjadi saat saya masih SMP dan diliput RCTI.
Selang 1 tahun terjadi kecelakaan kembali di jalan raya, sedikit kebarat jalan dekat Krandon, terjadi kecelakaan, 3 orang tewas. Mobil truk membawa petikemas menabrak dua pembonceng motor dan mobil minibus silver pembawa uang 50 juta. Kecelakaan ini nyata dan disaksikan saya secara langsung, disinyalir mengemudikan truk dengan mengantuk, mobil yang berjalan di arah barat menuju timur dengan kecepatan tinggi menabrak pembatas jalan dan melewati jalan arah timur dan melindas kedua pengendara motor serta minibus dan terjun kebawah jalan dibagian samping dan menuju perumahan. Truk berhenti ketika menabrak pohon mangga dan menggencet mobil minibus. Keadaan pengemudi motor sangat mengerikan, kepala pecah dan motor ringsek, sama juga pengemudi minibus silver yang terhimpit kendaraanya, kalinya terjepit dashboard dan kursi, polisi terpaksa menontoni bagian depan mobil, namun membutuhkan waktu hingga 1 jam kira-kira. Ia tewas di saat diawa ke rumahsakit karena kekurangan darah. Setelah diselidiki ternyata pengemudi minibus silver baru pulang dari bank dan membawa 50juta. Polisi yang mengantar minibus itu pulang duluan didepan karena merasa aman. Evakuasi bodi truk memakan waktu hingga 3 jam karena memang berat. Pada saat itu juga saya kehilangan memory playstation 2, 8mb beserta dompet berisi 10rb, yang pada saat itu harga memory playstation 60rb untuk 8mb.
Dan peristiwa yang pernah saya lihat langsung ketika saya SMK kelas 2. Ada seorang pemuda yang jatuh dari truk lempengan, ia masih beruntung, karena tidak dilindas mobil dibelakangnya, hanya terluka dibagian punggung. Ia pun tertinggal teman temanya. Darah dari punggungnya sangat terlihat ketila ia membuka bajunya. Itu sebuah pelajaran, karena menumpang mobil secara liar sangat berbahaya. Dan peristiwa yang saya ingat lagi pada saat malam hari terjadi pengeroyokan di jalan yang menuju ke SMA 5 Tegal, disitu terlihat 2 kelompok yang saling serang dimana tidak ada aparat yang datang, lalu yang terakhir pengalaman saya melihat seorang ibu ibu terserempet motor di jalan sumur panggang, pada saat itu saya sedang berangkat sekolah dan tidak sempat menolong dan disana juga sudah ada yang menolong, beliau pingsan karena shok dan hanya memar di bagian lengan karena terlindas motor dibelakangnya. Dan pengendara motor yang menyerempet kabur tak bertanggung jawab.
Baiklah sekian dulu pengalaman saya yang saya ingat ketika tinggal dijalan saya. Dari pengalaman tersebut kita dapat mengambil hikmahnya, karena bahaya bisa saja datang kapan saja. Meskipun kita berhati hati. Terimakasih.
Pengalaman saya tinggal didekat jalan raya Margadana Tegal
4/
5
Oleh
agus maulana aziz
0 Komentar untuk "Pengalaman saya tinggal didekat jalan raya Margadana Tegal"