CARA MENGECEK PENYEBAB MOTOR MOGOK

CARA MENGECEK PENYEBAB MOTOR MOGOK

Adakalanya kita dibuat kesal dengan motor yang tiba-tiba mogok, padahal kita lagi sangat butuh kendaraan. Ingin membawa kebengkel takut dikerjai oleh mekanik yang nakal (meskipun tidak semuanya begitu), belum lagi jika belum punya uang. Tetapi jika saja kita bisa mengetahui penyebab motor kita mogok mungkin saja kita bisa menekan pengeluaran kita, tetapi jika masalahnya rumit ya apa boleh buat kita harus membawanya ketempat yang lebih ahli. Berikut penyebab dasar motor kita bisa mogok : 1. TIDAK ADA PENGAPIAN Motor mogok bisa disebabkan karena tidak adanya pengapian pada motor motor kita sehingga tidak ada yang membakar bensin diruang pembakaran. Bagaimana caranya kita tahu bahwa tidak ada pengapian di motor kita? Pertama lepaskan kabel koil yang menuju kebusi. Copot dari cangklongnya lalu dekatkan dengan mesin motor (bisa baut, blok mesin atau apa saja yang mengandung besi (logam) yang didalam dunia bengkel disebut massa/ground) Lalu stater mesin/slah lalu perhatikan apakah ada listrik yang keluar dari kabel tersebut. Jika ada bisa dipastikan businya mati, tetapi yang jadi masalah jika pada kabel tersebut tidak ada listriknya maka kita harus mengeceknya satu-satu mulai dari koil, cdi dan spull. Cek koil : perhatikan kabel yang ada dibody koil. Satu kabel adalah massa (bisa juga tidak ada kabel tetapi body koil langsung menempel di rangka motor), lalu kabel satu lagi berasal dari CDI, sedangkan kabel besarnya adalah yang menuju kebusi. Lepaskan kabel yang berasal dari CDI lalu cek apakah ada listriknya atau tidak (caranya seperti mengecek kabel besar dari koil yang menuju ke busi), jika ada dapat dipastikan bahwa koilnya sudah lemah. Jika kabel yang dari CDI menuju ke koil tadi tidak mengeluarkan listrik silahkan cek kabel yang dari spull/kontak yang untuk input ke CDI apakah ada listriknya atau tidak caranya sama seperti sebelumnya. Jika ada listriknya bisa dipastikan bahwa CDI sudah rusak/lemah, jika tidak ada listriknya berarti spull/sumber listrik yang dari CDI rusak. 2. BENSIN TIDAK MENGALIR Jika sektor pengapian bagus motor mogok bisa juga disebabkan maslah sepele yaitu bensin mampet/tidak mengalir lancar ke karburator. Silahkan di cek slang bensinnya atau filter bensinnya bisa saja ada kotoran yang menyumbat. Jika sudah di cek alirannya lancar bisa dipastikan masalahnya ada pada karburator, mungkin saja sudah kotor atau kemasukan air, jika begitu silahkan di servis karburatornya. Untuk cara menservis karburator akan saya bahas pada postingan selanjutnya. 3. KOMPRESI TIDAK ADA Jika pengapian, jalur bensin hingga karburator semua dalam kondisi bagus motor mogok bisa juga disebabkan hilangnya kompresi mesin sehingga tidak mampu memampatkan bensin dan udara untuk di pantik api busi sehingga tidak terjadi siklus pembakaran didalam mesin. Cara mengeceknya adalah silahkan anda lepas busi dari mesin, setelah itu anda tekap lobang busi tadi dengan jari anda lalu silahkan stater/slah mesin apakah ada tendangannya dan berasa panas atau tidak. Jika tidak berarti kompresi mesin sudah hilang. tehnikmotor.blogspot.com Jika hal ini terjadi silahkan bawa motor anda kebengkel langganan anda karena diperlukan keahlian khusus didalam menservis bagian ini, karena penyebabnya bisa macam-macam, diantaranya seher sudah aus, klep sudah tidak menutup sempurna, noken as sudah tidak tepat timingnya atau aus, rantai keteng kendor sehingga top kompresi jadi melenceng, atau bisa juga paking sudah bocor. Demikianlah cara mengetahui sebab-sebab dasar yang membuat motor kita mogok, semoga bermanfaat..Tetap semangat buat oprek motor.
 Mengenal berbagai penyebab mobil mogok

Mengenal berbagai penyebab mobil mogok

Gangguan mobil mogok sampai sekarang merupakan hal yang sering menyebabkan jengkel pemilik mobil. Lebih tidak menyenangkan lagi jika anda tidak tahu penyebabnya dan apa yang musti dilakukan. Kenali mobil anda sehingga anda bisa mendeteksi penyebab dari mogok tersebut. Beberapa penyebab mogok dan tindakan darurat yang dapat anda lakukan adalah seperti berikut ini : Pada umumnya gangguan mogok disebabkan karena ketidakberesan pengapian atau system bahan bakar. Gangguan pada system pengapian biasanya terjadi pada komponen pendukungnya seperti koil, CDI, platina dll. Tanda-tandanya mesin akan tersendat-sendat terlebih dahulu atau kadang-kadang terdengar letusan dari knalpot. Gangguan pada system bahan bakar, bisa karena tak sampainya bahan bakar ke silinder atau ruang bakar. Sehingga membuat mesin langsung mati tanpa tersendat. Biasanya karena aliran bahan bakar terganggu akibat dari tersumbatnya saluran bahan bakar dari tangki. Kasus ini banyak dijumpai pada mobil berkaburator atau injeksi bahan bakar. Sedangkan pada mobil dengan fuel injection penyebabnya bertambah lagi yakni karena adanya kerusakan pada pompa bahan bakar. Gejala tersendat bisa muncul lantaran saringan bahan bakar kotor. Biasanya tak menyebabkan mesin mati seketika dan hanya terasa pada putaran tinggi. Bila gas dilepas atau putaran mesin diturunkan, gejala ini akan berkurang atau bahkan hilang. Segera bersihkan saringan bahan bakar. Sebab jika lama dibiarkan kotoran akan terbawa ke karburator atau injector. Tindakan Darurat : Untuk system pengapian, lepas salah satu kabel busi dan dekatkan ke mesin. Hidupkan mesin dan perhatikan apakah ada loncatan bunga api dari kabel tegangan tinggi. Bila tak ada atau kecil sama sekali, berarti ada gangguan di system pengapian. Bila api yang dihasilkan cukup besar gangguan bukan berasal dari situ. Untuk mengecek sampai tidaknya bahan bakar ke silinder bisa dilakukan beberapa cara. Pada mobil berkarburator, periksa aliran bensinnya dengan melepas slang bahan bakar menuju karburator. Atau dengan mengintip gelas atau mangkuk pada komponen pengabut bensin atau karburator itu untuk melihat jumlah bensin di dalamnya. Bila terisi berarti bensin masih mengalir dan kesampingkan sumbatan alirannya. Pada mobil berinjeksi bahan bakar, selain memeriksa slang saluran bahan bakar menuju injector, cek bensin yang lewat nipel pada saluran bahan bakar.
SOHC vs DOHC

SOHC vs DOHC

Jika Anda pernah membaca iklan mobil atau motor, mungkin Anda akan mengenal istilah DOHC. Ketika Anda mencari tahu apa itu DOHC, paling tidak Anda akan mendapatkan kepanjangan dari abbreviation tersebut yaitu Double OverHead Camshaft. Jika Anda melanjutkan untuk berfikir ada OverHead Camshaft yang Double, mungkin juga ada yang Single atau bahkan Triple. Pada jurnal kali ini saya mencoba mejabarkan sedikit mengenai teknologi camshaft yang ada pada mesin mobil atau motor populer, yaitu DOHC dan SOHC. Gambar di atas akan lebih memperjelas deskripsi yang saya berikan. Perkenalan DOHC, suatu istilah yang sering kita dengar. Istilah ini selain ditemukan pada bagian spesifikasi mobil, bisa juga dilihat pada stiker di badan mobil bahkan juga terpampang pada cover mesin Anda. DOHC singkatan dari Double OverHead Camshaft. Jika diterjemahkan secara bebas, artinya adalah camshaft yang memiliki overhead double. Camshaft adalah shaft (palang, setang atau ceruk) dimana cam (bubungan) menempel. Jika diartikan secara keseluruhan, DOHC adalah setang dimana terdapat dua pasang bubungan yang menempel untuk setiap silinder mesin. Dari definisi bebas DOHC tadi, bisa kita ambil asumsi bahwa SOHC adalah setang dimana terdapat satu pasang bubungan yang menempel untuk masing-masing silinder mesin. Perhatikan gambar di atas, gambar tersebut adalah konfigurasi SOHC dan camshaft ditandai oleh kotak-kotak berwarna merah. Jadi jika mesin Anda 4 silinder DOHC, maka akan terdapat 16 overhead camshaft. Jika mesin Anda 4 silinder SOHC, maka hanya akan terdapat 8 overhead camshaft. Demikian seterusnya, jika mesin Anda memiliki 6 silinder (e.g. Mitsubishi Galant V6 24), maka akan terdapat 24 camshaft. Fungsi Overhead Camshaft Pada mesin mobil, overhead camshaft menempel pada setang valve (katup). Perhatikan gambar di atas, valve ditunjukkan oleh lingkaran elips berwarna biru. Pada gambar konfigurasi mesin SOHC di atas, terdapat 8 valve yang digerakkan oleh 8 overhead. Pergerakan valve membuka dan menutup yang digerakkan oleh overhead camshaft berfungsi untuk proses intake udara dan bahan bakar untuk pembakaran dalam silinder dan untuk proses exhaust yang membuang udara hasil pembakaran yang berujung ke muffler/knalpot mobil Anda. SOHC vs DOHC Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, DOHC dan SOHC dibedakan berdasarkan jumlah pasang overhead camshaft pada tiap silinder. Untuk mengetahui keunggulan dan kelemahan DOHC dan SOHC, perlu diketahui terlebih dahulu konsep internal combustion engine atau mesin yang memiliki karakter terjadinya pembakaran di dalam mesin itu sendiri, dalam hal ini terjadi di silinder. Konsepnya adalah, makin banyak bahan bakar dan udara yang masuk untuk di bakar, semakin besar power yang dihasilkan mesin. Sebaliknya, semakin sedikit bahan bakar dan udara yang dibakar, semakin kecil power yang dihasilkan. Dalam hal ini, DOHC yang memiliki jumlah dua pasang overhead camshaft tiap silinder (sepasang lebih banyak daripada SOHC), memiliki kemampuan memasukkan bahan bakar dan udara lebih banyak daripada SOHC, artinya mesin DOHC menghasilkan power yang lebih besar dari mesin SOHC. Sebagai konsekuensinya, mesin DOHC akan lebih boros karena asupan bahan bakar lebih banyak daripada mesin SOHC. Jadi dapat dikatakan dengan suatu istilah, “DOHC means power, SOHC means economic”. Biasanya mesin DOHC lebih mahal harganya karena membutuhkan jumlah part yang lebih banyak daripada SOHC yaitu lebih banyak overhead camshaft dan lebih banyak valve. Selain itu, jumlah overhead camshaft yang lebih banyak membutuhkan power yang lebih banyak juga untuk menggerakkannya. Hal ini akan mengurangi power yang dihasilkan dari mesin itu sendiri walaupun tidak terlalu banyak. Jadi power yang dihasilkan oleh mesin akan terpakai sedikit untuk menggerakkan part yang lebih banyak pada mesin DOHC walaupun tidak signifikan. Trend Untuk menutupi masing-masing kekurangan pada karakter mesin DOHC dan SOHC, banyak variasi yang dilakukan. Untuk menutupi kekurangan mesin DOHC yaitu boros bahan bakar, diciptakan teknologi variable-valve timing (VTEC pada mesin Honda, VVT pada mesin Toyota). Konsep ini bekerja dengan cara medeteksi tingkat kecepatan yang diminta oleh pengemudi. Artinya, jika pengemudi hanya berjalan dengan kecepatan rendah (RPM rendah), maka overhead camshaft dan valve akan bekerja lebih pelan untuk menghemat bahan bakar yang dimasukan ke silinder. Sebaliknya, jika pengemudi meminta kecepatan tinggi (RPM tinggi), maka overhead camshaft dan valve akan membuka dan menutup lebih cepat untuk memasukkan bahan bakar dan udara lebih banyak ke silinder agar mesin menghasilkan power lebih besar. Trend lainnya adalah dengan menggunakan camshaft racing atau camshaft sport. Camshaft ini bekerja dengan membuka dan menutup valve lebih baik yaitu dengan tidak membiarkan ada gap/celah waktu yang ada antara membuka dan menutupnya valve. Hasilnya adalah mesin lebih responsif dan bertenaga secara continuous/terus-menerus karena proses pembakaran berjalan lebih cepat dan terus menerus pula. Camshaft sport biasanya ditandai dengan konfigurasi struktur fisik camshaft overhead-nya yang berbeda dari overhead camshaft mesin standar dan juga terbuat dari bahan yang lebih ringan tapi kuat supaya tenaga yang dibutuhkan untuk memutar overhead tidak diambil terlalu banyak dari power yang dihasilkan mesin. Teknologi mesin yang ada saat ini hanya DOHC dan SOHC. Saya belum pernah mendengar adanya overhead camshaft yang triple. Hal ini mungkin dikarenakan para engine designer memikirkan kebutuhan power yang ada saat ini cukup dipenuhi dengan teknologi DOHC saja. Selain itu juga mungkin karena kompleksitas implementasi dan desain juga meningkat. Saat ini sepeda motor di Indonesia juga sudah banyak yang menggunakan teknologi DOHC untuk meningkatkan power. Karena mesin sepeda motor hanya memiliki satu silinder, maka mesin sepeda motor DOHC akan memiliki 4 valve. Salah satu contoh sepeda motor di Indonesia yang memiliki teknologi DOHC adalah Suzuki Satria FU 150. Gambar di bawah adalah potongan membujur dari mesin DOHC.
Penjelasan Detail Teknologi Mesin VTEC, DOHC, SOHC, VVT-i, I-DSi dan EFI

Penjelasan Detail Teknologi Mesin VTEC, DOHC, SOHC, VVT-i, I-DSi dan EFI

Pada masa sekarang, manusia terus berlomba-lomba berinovasi dalam bidang teknologi. Banyak sekali teknologi-teknologi canggih yang saat ini telah berhasil di ciptakan oleh manusia demi mendukung era bestow saat ini. Tak terkecuali pada teknologi kendaraan masa kini, manusia terus berusaha untuk menciptakan teknologi-teknologi baru yang lebih canggih dan lebih efisien demi menunjang kebutuhan manusia di masa sekarang. Nah, karena saya kebetulan mengambil jurusan Otomotif (Teknik Kendaraan Ringan) dan kebetulan mendapat tugas dari intellectual saya untuk mencarikan materi atau artikel tentang teknologi sebagai tugas harian, maka disini saya buatkan artikel tentang pengertian dan penjelasan tentang pengertian dari VTEC, DOHC, SOHC, I-DSi, dan EFI yang saya ambil dari berbagai sumber dan kemudian saya rangkum dan saya gabungkan menjadi satu pada artikel ini. Langsung saja saya jelaskan satu for every satu dari pengertian di atas. 1. Teknologi VTEC VTEC (Dithering Valve Timing and Void Electronic Potential) adalah teknologi pengatur katup canggih yang ditemukan oleh Honda, dan sampai sekarang masih digunakan oleh jajaran mesin Honda. Keunggulan teknologi VTEC terletak di kemampuan mesin bersilinder kecil dalam menghasilkan tenaga yang sebanding dengan mesin yang bersilinder besar, dan di samping itu juga memberikan konsumsi bahan bakar yang baik, serta juga dapat digunakan secara harian. Dengan teknologi VTEC, performa optimal pada kecepatan tinggi, namun tetap dapat mempertahankan efisiensi bahan bakar sehingga dapat menurunkan tingkat emisi dan polusi. Hanya pada mesin VTEC pengaturan ketinggian bukaan katup diatur secara elektronik. Pada putaran rendah, satu katup terbuka penuh dan katup lainnya hanya terbuka sedikit untuk menciptakan efek perputaran udara di dalam ruang bakar, sehingga dapat mencapai tenaga mesin yang optimal dan akselerasi responsif baik pada saat putaran RPM tinggi atau rendah. Secara prinsip, VTEC terbagi tiga macam : VTEC-E, VTEC SOHC, dan VTEC DOHC. Ketiganya memanfaatkan rocker arm sebagai pengatur waktu bukaan katup. VTEC-E (Fiscal) digunakan pertama kali di Indonesia oleh Honda City Ferio 1996. Di putaran rendah, jumlah katup yang terbuka hanya 12 dari 16 katup, sisanya akan terbuka saat putaran mesin tinggi. VTEC SOHC seperti yang digunakan pertama kali di Indonesia oleh ancient Honda Capital. Lama (duration) dan jarak (void) bukaan katup masuk akan berbeda saat idle, putaran sedang dan tinggi. Namun untuk katup buang, tidak diatur durasi dan void-nya. Pada VTEC DOHC, katup buangnya pun diatur durasi dan void-nya. Prinsip kerjanya serupa dengan VTEC SOHC, tapi cam-nya terpisah menjadi dua. Mekanisme utama VTEC Mekanisme utama VTEC, platuk dan kem utk putaran rendah dan tinggi. Saat bekerja pada putaran rendah, mesin VTEC menggunakan kem dengan angkatan kecil. Ketika mesin bekerja antara 4.000 – 6.000 rpm (tergantung develop), kontrol elektronik mengaktifkan sistem hidraulik VTEC. Kem tengah bekerja dengan mendorong pelatuk tengah yang menyatu dengan dua pelatuk lainnya. Karena cuping kem tengah lebih tinggi dan sudutnya juga besar, katup dibuka lebih awal da menutup lebih lama. Di samping itu, dengan cuping yang tinggi, dorongannya terhadap pelatuk katup dan seterusnya katup, juga lebih besar. Hasilnya, jumlah campuran udara dan bensin yang sampai ke ruang bakar lebih banyak. Hasilnya, tenaga yang dihasil besar dan akan mendorong piston bergerak lebih cepat pula. Mekanisme dasar VTEC lain yang tidak kalah penting keberadaan dan fungsinya adalah pin yang digerakkan secara hidraulik. Pin ini berada di dalam pelatuk. Ketika didorong, pin menyebabkan pelatuk katup bekerja dengan gerakan yang sama. Bila pin bebas, pelatuk bergerak sendiri-sendiri. Keunggulan VTEC 1. Mesin bersilinder kecil, mampu menghasilkan tenaga sebanding dengan mesin bersilinder besar. 2. Memberikan konsumsi bahan bakar yang baik. 3. Menjaga performa mesin agar tetap optimal, baik untuk putaran mesin rendah maupun putaran tinggi. 4. Proses pembuangan tak memerlukan pembukaan katup variabel sebab chatter buang semakin lancar, jadi kerja mesin akan semakin enteng. Kelemahan VTEC Karena menggunakan oli, kerja VTEC bisa terganggu karena oli mesin kurang, kotor atau tekanan oli rendah karena adanya kebocoran pada sistem, misalnya O-look yang rusak. 2. DOHC dan SOHC Antara SOHC dengan DOHC memang memiliki perbedaan konsep yang besar. Kedua istilah tersebut berbicara mengenai mekanisme pergerakan katup. SOHC merupakan singkatan dari Release OverHead Camshaft, sedangkan DOHC adalah kepanjangan dari Dual OverHead Camshaft. Terlihat dari dari kedua singkatan tersebut ada satu kata yang sama yaitu, camshaft atau noken as. Memang pada noken as inilah terletak perbedaan kedua teknologi tersebut. Camshhaft atau noken as memiliki fungsi untuk membuka tutup katup isap dan katup buang. Katup isap bertugas untuk mengisap campuran bahan bakar udara ke dalam ruang bakar. Sebaliknya, katup buang memiliki tugas untuk menyalurkan sisa pembakaran ke knalpot. Sebenarnya teknologi mekanisme katup tidak hanya SOHC dan DOHC, tetapi masih ada sistem lain yang disebut OHV (Finished Have control finished Valve). Mekanisme kerja katup ini sangat sederhana dan memiliki daya tahan tinggi. Penempatan camshaft-nya berada pada blok silinder yang dibantu valve lifter dan get behind rod diantara rocker arm. Mekanisme OHV banyak dipakai oleh mesin diesel truk yang hanya membutuhkan torsi. Karena pengembangan teknologinya terbatas, sistem OHV sudah jarang digunakan lagi pada mesin bensin. Para ahli otomotif terus berpikir untuk menciptakan sistem mekanisme katup baru. Mereka pun beralih ke develop OverHead Camshaft (OHC) yang menempatkan noken as di atas kepala silinder. Noken as langsung menggerakkan rocker arm tanpa melalui lifter dan get behind rod. Camshaft digerakkan oleh poros engkol melalui rantai atau tali penggerak. Tipe ini sedikit lebih rumit dibandingkan dengan OHV. Karena tidak menggunakan lifter dan get behind rod, bobot bagian yang bergerak menjadi berkurang. Ini membuat kemampuan mesin pada kecepatan tinggi cukup baik karena katup mampu membuka dan menutup lebih presisi pada kecepatan tinggi. OHC yang memakai noken as tunggal sebagai tempat penyimpanan katup isap dan buang sering disebut sebagai SOHC. Setiap noken as untuk setiap silinder hanya mampu menampung 2 katup, 1 isap, dan 1 buang. Oleh karena itu, mesin yang memiliki 4 silinder pasti hanya bisa memakai 8 katup. Keinginan untuk membuat mesin yang lebih bertenaga dibandingkan develop SOHC, mendorong lahirnya teknologi DOHC. Mesin DOHC mempunyai suara yang lebih halus dan performa mesin yang lebih baik dari pada SOHC karena masing-masing poros pada mesin DOHC memiliki fungsi berbeda untuk mengatur klep masuk dan buang. Sementara itu, pada mesin SOHC, satu poros sekaligus bertugas mengatur buka/tutup klep masuk/buang sehingga pembakaran yang terjadi pada mesin DOHC lebih maksimal dan akselerasi mobil bermesin DOHC menjadi lebih baik. DOHC memakai dua noken as yang ditempatkan pada kepala silinder. Satu untuk menggerakkan katup isap dan satu lagi untuk menjalankan katup buang. Sistem buka tutup ini tidak memerlukan rocker arm sehingga proses kerja menjadi lebih presisi lagi pada putaran tinggi. Konstruksi tipe ini sangat rumit dan memiliki kemampuan yang sangat tinggi dibandingkan dua teknologi lainnya. Mekanisme katup DOHC bisa dibagi menjadi dua develop, yaitu release handbook belt frankly dan noken as intake (isap) yang digerakkan roda gigi. Pada teknologi pertama, dua noken as digerakkan langsung dengan sebuah sabuk. Sedangkan pada develop kedua, hanya salah satu noken as yang disambungkan dengan sabuk. Umumnya ada lah bagian roda gigi katup intake. Antara roda gigi intake disambungkan dengan roda gigi exhaust (buang), sehingga katup exhaust akan turut bergerak pula. Adanya dua batang noken as memungkinkan pabrikan untuk memasangkan teknologi multikatup dan katup variabel pada mesin DOHC. Dalam satu silinder bisa dipasang lebih dari satu katup. Saat ini umumnya pabrikan menggunakan develop 2 katup isap dan 2 katup buang, sehingga mesin DOHC yang memiliki 4 silinder bisa memasang 16 katup sekaligus. Sebenarnya mesin 4 langkah mempunyai 4 proses kerja, yaitu langkah isap, kompresi, usaha, dan buang. Tetapi bekerjanya katup hanya membutuhkan katup isap dan buang, karena sisa proses lainnya terjadi di ruang bakar. Mekanime pergerakan katup diatur sedemikian rupa sehingga noken as berputar satu kali untuk menggerakkan katup isap. Sedangkan untuk katup buang sebanyak 2 kali berputarnya poros engkol. Gerakan “noken as” Noken as membuka dan menutup katup sesuai timing yang telah diprogram. Noken as digerakkan oleh poros engkol dengan beberapa metode, yaitu timing gear, timing thread, dan timing belt. Metode timing gear digunakan pada mekanisme katup jenis mesin OHV yang letak sumbunya di dalam blok silinder. Timing gear umumnya menimbulkan bunyi yang besar dibandingkan develop rantai (timing thread), sehingga mesin bensin OHV menjadi kurang populer dibandingkan develop lainnya. Develop timing thread dipakai untuk mesin SOHC dan DOHC. Noken as digerakkan oleh rantai (timing thread) dan roda gigi sprocket sebagai ganti dari timing gear. Timing thread dan roda gigi sprocket dilumasi dengan oli. Tegangan rantai diatur oleh thread tensioner. Vibrasi getaran rantai dicegah oleh thread trembling limitation. Noken as yang digerakkan rantai hanya sedikit menimbulkan bunyi dibandingkan dengan timing gear, sehingga banyak diadopsi pabrikan. Teknologi timing belt lahir dari kebutuhan akan mesin yang bersuara senyap. Develop sabuk ini tidak menimbulkan bunyi kalau dibandingkan dengan rantai. Selain itu tidak memerlukan pelumasan dan penyetelan tegangan. Kelebihan lainnya adalah belt lebih ringan dibandingkan rantai. Belt penggerak dibuat dari fiberglass yang diperkuat karet sehingga memiliki daya regang yang baik. Belt juga tidak mudah meregang bila terjadi panas. Oleh karena itu, develop belt kini banyak dipasang pada mesin bestow. 3. VVT-i (Dithering Valve Timing including acumen) Mesin yang pertama kali diperkenalkan pada 1996 ini telah digunakan di sebagian besar mobil Toyota Tak hanya itu mesin ini diklaim membuat mesin lebih efisien dan bertenaga, ramah lingkungan serta hemat bahan bakar. lalu bagimana dengan sistem kerjanya hingga dapat menciptakan hasil yang memuaskan. Layaknya telah diuraikan wikipedia, cara kerja teknologi ini cukup simpel. Untuk menghitung waktu buka tutup katup ( valve timing ) yang optimal, ECU ( Electronic Potential Element ) menyesuaikan dengan kecepatan mesin, number udara masuk, posisi strangle ( akselerator ) dan temperatur air. Supaya butt valve timing senantiasa terwujud, Feeler posisi chamshaft atau crankshaft memberikan sinyal yang menjadi respon koreksi. Mudahnya sistem VVT-i ini akan terus mengoreksi valve timing atau jalur keluar masuk bahan bakar dan udara. Disesuaikan dengan pijakan pedal chatter dan beban yang ditanggung untuk menghasilkan torsi optimal di tiap-tiap putaran dan beban mesin. Dengan begitu akan menghasilkan tenaga yang optimal, hemat bahan bakar dan ramah lingkungan. Keunggulan VVT-i 1. Tenaga yang optimal disetiap putaran mesin, Sistem katup mendukung proses pembakaran lebih efektif dalam menghasilkan tenaga yang maksimal. 2. Hemat Bahan Bakar, Pengaturan katup elektronik membuat konsumsi bahan bakar menjadi hemat dan efesien. 3. Chatter Buang Ramah Lingkungan,Suplai bahan bakar dan udara yang diatur oleh sistem kerja katup membuat pembakaran menjadi sempurna, dan chatter buang yang dihasilkan menjadi besih. 4. Tercatat lebih dari satu varian Toyota yang mengadopsi Teknologi VVT-i ini layaknya Toyota Avanza, Toyota Innova, Toyota Yaris dan Sports car Toyota Vios. 4. i-DSI (gifted Dual and Sequential Detonation) Mesin i-DSI sebagai teknologi pintar yang dirancang khusus untuk mobil kompak, dengan 2 buah busi pada tiap silinder di dalam ruang pembakaran dan pengontrolan waktu pembakaran secara cerdas, dapat mencapai even more-distinguished fuel disorder dengan pemakaian bahan bakar yang rendah dan ekonomis, sekaligus menghasilkan torsi maksimal pada putaran RPM rendah sampai menengah, sesuai kecepatan pada penggunaan sehari-hari. Mesin i-DSI melakukan pembakaran yang lebih efisien, sehingga menghasilkan tenaga mobil yang lebih responsif, pemakaian bahan bakar yang barrier hemat di kelasnya, dan emisi chatter buang yang lebih bersih. Bagaimana i-DSI bekerja? Mesin i-DSI mempunyai ruang pembakaran yang compact dan dua busi pada tiap silinder. Sistem dual & sequential detonation mengatur waktu urutan pengapian dari kedua busi, yaitu pada langkah hisap dan langkah buangnya, berdasarkan kecepatan dan beban kerja mesin. Pengaturan ini memungkinkan pembakaran yang lebih cepat dan menyeluruh serta momen puntir yang besar pada kecepatan rendah-menengah. Sistem tersebut akhirnya menghasilkan keseimbangan tinggi antara pemakaian bahan bakar yang ekonomis dan tenaga yang responsif. 5. Teknologi EFI (Electronic Fuel Booster) EFI adalah sebuah kata singkatan dari Electronic Fuel Booster. Adapun pengertian dari EFI adalah sebuah sistem penyemprotan bahan bakar yang dalam kerjanya dikontrol secara elektronik agar didapatkan nilai campuran udara dan bahan bakar selalu sesuai dengan kebutuhan motor bakar, sehingga didapatkan daya motor yang optimal dengan pemakaian bahan bakar yang nominal serta mempunyai chatter buang yang ramah lingkungan. Dalam kehidupan sehari hari nama EFI telah dipakai oleh merk Toyota, sedangkan merk lain mempunyai nama nama yang berbeda, akan tetapi prinsip dari semua sistem tersebut adalah sama. Fungsi dan cara kerja injeksi Fungsi dan cara kerja komponen injeksi Bahan bakar bensin elektronik Sistem EFI itu terdiri dari tiga logic utama,yaitu logic bahan bakar,logic induksi udara,dan logic potential elektronik. Untuk sepeda motornya bisa dilihat di Sepeda Motor Injeksi Honda. Sistem Bahan bakar Sitem Bahan Bakar berfungsi untuk menyalurkan bahan bakar dari tangki ke ruang bakar. Komponen logic bahan bakar terdiri atas Pompa Bahan bakar Pompa bahan bakar berfungsi utuk menyalurkan bahan bakar dari tangki ke injector. Pompa bahan bakar yang digunakan adalah pompa bahan bakar listrik. Fuel blow limitation Fuel blow limitation berfungsi sebagai penyerap perubahan tekanan pada saluran tekanan karena adanya injeksi. Tekanan bahan bakar dalam intake loads of dipertahankan oleh difficulty valve. Difficulty Valve Difficulty valve berfungsi mengatur tekanan bahan bakar ke injector-injektor.Jumlah bahan bakar yang di injeksikan diatur oleh sinyal yang di berikan ke injector sehingga tekanan harus tetap pada tiap-tiap injketor.Untuk mendapatkan jumlah penyemprotan yang tepat,tekanan bahan bakar harus dipertahankan lebih kurang 2,55 kg/cm2. Injektor Injektor adalah sebuah needle elektromagnetik yang kerjanya dikontrol leh pad.Injektor dilengkapi dengan excitement insulator pada saluran masuk atau pada kepala slinder yang dekat dengan lubang pemasukan. Coolness initiation injektor Coolness initiation Injektor digunakan untuk mensuplai bahan-bahan pada saat suhu motor masih rendah.Injektor ini dipsang di baian tengah ruangan udara masuk. Injektor bekerja hanya pada saat initiation bila like air pendingin di bawah 220 Celsius. Sistem induksi udara berfungsi untuk menyediakan sejumlah udara yang diperlukan untuk pembakaran terdiri atas: Strangle in the dead of night Strangle in the dead of night terdiri atas katup therottle untuk mengontroludara masuk,sebuah logic effectively go quietly away udara yang mengatur aliran udara pada putaran idle dan sebuah strangle dash feeler untuk menyensor kondisi terbukanya katup therottle. Katup udara Katup udara di gunakan untuk at approximately calculate ago idle yang bekerjanya oleh bimetal dan excitement make your way through motor dalam keadaan dingin.Katup udara di pasangkan pada permukaan samping kanan slinder.Jika putaran at approximately calculate ago idle selama pemanasan tidak stabil atau rendah maka hali ini antara lain disebabkan oleh kesalahan pembukaan katup udara. Air flood measuring device Air flood measuring device mendeteksi jumlah udara yang masuk dan mengirimkan sinyal ke pad yang menentukan dasar jumlah injeksi.Air flood measuring device terdiri atas plat pengukur,pegas kembali ,baut penyekat campuran idle,feeler udaa masuk dan batter pompa bahan bakar. Logic Kontrol Elektronik (ECU) Kalau komputer mempunyai computer chip, maka pada sistem Injeksi mempunyai ECU (Electronic Potential Element) Sistem Kontrol elektronik mempunyai bermacam-macam feeler yang terdiri atas air flood measuring device,Feeler air pendingin,feeler psisi katup chatter,feeler udara masuk,feeler chatter tekan,dan feeler tekanan mesin.Perangkat ini akan menentukan lama kerja injector. Kelengkapan yang lain adalah foremost relay yang menyediakan sumber arus listrik ke pad. Trail notch relay yang mengontrol kerja pompa bahan bakar dan sebuah resistor yang menstabilkan kerja injector.

Tips mengganti oli mobil Toyota

Menjaga kendaraan untuk selalu dalam kondisi prima merupakan hal yang penting agar kendaraan Anda awet dan tahan lama. Dengan merawat kendaraan Anda secara rutin sesuai dengan yang tertera pada buku panduan pemilik, maka performa mobil akan maksimal dan komponen mobil akan lebih panjang usia pakainya. Kerusakan komponen atau tidak berfungsinya sistem pada kendaraan merupakan salah satu akibat dari kurangnya perawatan kendaraan. Tidak jarang akibat kelalaian itu dapat menyebabkan kasus seperti rem blong, bahan bakar boros, ban aus secara tidak wajar, engine over haul (turun mesin), dll. Berikut kami berikan tips untuk merawat kendaraan Anda. Perawatan yang Dapat Dilakukan Sendiri 1. Memberikan eksterior Kendaraan Anda Ketika membersihkan eksterior mobil, gunakan busa atau kain yang terbuat dari microfiber agar tidak menggores permukaan kendaraan. Saat mencuci dengan tangan, sebaiknya mesin dalam kondisi dingin menghindari tangan terkena panas mesin (untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada buku manual). 2. Membersihklan interior kendaraan Anda Gunakan vacuum cleaner untuk menghisap debu dan kotoran kecil yang menempel di karpet dan kursi. Usap sisa debu dengan kain lembut dibasahi dengan air hangat. Lap dengan kering dan lembut,biarkan mengering ditempat yang teduh (untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada buku manual). 3. Ganti oli Jika penggantian oli tidak dilakukan secara rutin, maka viscositas (kekentalan) oli akan berubah sebagai dari penumpukan kotoran dan lumpur pada mesin, dan oli mesin akan berwarna hitam (Gambar 3.1). Akibatnya adalah suara mesin kasar, mesin rusak atau sulit untuk melakukan starter mesin mobil. Dan apabila melakukan penambahan oli mesin tanpa melakukan penggantian, maka akan menyebabkan penurunan kinerja minyak seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini (Gambar 3,2). Perhatikan standart SEA oli yang dipergunakan. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada buku manual. 4. Penambahan cairan pendingin pada radiator Pemeriksaan air radiator penting untuk menghindari panas berlebihan pada mesin (overheating). Pastikan cairan pendingin memadai berada di level antara FULL dan LOW. Periksa level cairan pendingin dalam kondisi mesin dingin dan kondisi off. Jangan membuka tutup radiator pada kondisi panas. 5. Eksterior Baterai (AKI) Pastikan terminal baterai tidak berkarat dan ada sambungan yang longgar, retak, bocor atau krem yang longgar. Fungsi baterai adalah memasok tenaga listrik untuk menghidupkan mesin dan untuk perangkat listrik. Jika baterai tidak diperiksa, maka volume elecrolyte akan menurun dan baterai tidak dapat di-charge secara cukup, kondisi baterai memburuk, pelepasan dan kapasitas pengisian menurun.pastikan cairan baterai memadai (air destilasi) antara garis UPPER LEVER dan LOWER LEVER. 6. Pemeriksaan minyak pelumas Beberapa cairan dan minyak pelumas yang perlu diperiksa secara berkala dan rutin di antaranya adalah power steering,minyak rem,dan air pendingin mesin. Fungsi pelumas yaitu merawat mesin maupun komponen lainnya agar tetap prima. Untuk pemeriksaan oli transmisi dan oli gardan bisa dilakukan pada saat servis berkala di bengkel. Perhatikan spesifikasi dari coolant dan oli yang dipergunakan pada kendaraan. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada buku manual. Perawatan Berkala Sebuah mobil sebagian besar dibuat dari berbagai suku cadang yang bisa menjadi lemah atau berkarat yang dapat menurunkan kinerja sesuai dengan kondisi dan lama waktu pemakaian. Diperlukan pemeliharaan periodik untuk disesuaikan atau diganti agar kinerjanya tetap terjaga. Berikut perbedaan kendaraan yang dirawat secara berkala dan tidak dirawat secara berkala pada gambar (A). Jadwal perawatan kendaraan Anda hendaknya dilakukan pada interval yang telah ditentukan sesuai dengan jadwal servis berkala. Interval servis untuk jadwal perawatan ditentukan oleh pembacaan odometer atau interval waktu. Untuk kendaraan Toyota, saat ini perawatan berkala dilakukan setiap kelipatan 10.000 km atau setiap 6 bulan, mana yang tercapai terlebih dahulu. Untuk selanjutnya, perawatan setelah jadwal servis terakhir hendaknya dilakukan pada interval yang sama. Servis berkala dapat dilakukan lebih awal sebelum jadwal jika: a. kondisi pengendaraan yang pengoperasian di jalan kasar, berlumpur, atau berdebu. b. kondisi pengendaraan: Dengan bebas berat melebihi kapasitas mobil; Perjalanan jarak pendek kurang dari 8 km berulang-ulang. Idling dalam waktu lama dan/atau pengendaraan pada kecepatan rendah untuk jarak jauh seperti kendaraan polisi, taksi, atau kendaraan untuk kunjungan rumah ke rumah, atau; Pengendaraan dengan dengan kecepatan tinggi terus menerus (80% atau lebih dari kecepatan maksimum kendaraan) lebih 2 jam. Berikut hasil yang akan diperoleh dan membuat pengendara menjadi lebih tenang dengan mengikuti perawatan berkala: Kendaraan tetap dalam kondisi prima; menghilangkan rasa khawatir akan kondisi kendaraan saat di perjalanan (terutama saat di luar kota); Terhindar dari servis yang lebih berat dan mahal akibat mesin terlanjur rusak berat; usia kendaraan semakin lama, dan; Sejarah kendaraan tercatat rapi, mampu meningkatkan nilai jual kembali. Untuk kendaraan Toyota baru Anda Untuk masa uji toyota baru Anda agar memperpanjang usai kendaraan, perhatikan langkah pencegahan yang direkomendasikan sebagai berikut; Selama 300 km pertama hindari berhenti mendadak Selama 1000 km pertama, hindari akselerasi mendadak, jangan mengemudi terus-menerus dengan gigi rendah. Penting untuk melakukan servis 1000 km atau 1 bulan pertama untuk pemeriksaan performa kendaraan secara menyeluruh, untuk mengantisipasi kondisi abnormal yang terjadi akibat kesalahan pemakaian kendaraan selama 1000 km atau 1 bulan pertama. 7 3 Google +1 0 - See more at: http://www.toyota.astra.co.id/toyota-true-friend/education-media/detail/tips-perawatan-untuk-kendaraan-toyota-anda/#sthash.GSuBV1M0.dpuf
 Jangan asal ganti header knalpot

Jangan asal ganti header knalpot

Knalpot sendiri adalah pipa gas buang untuk mesin mulai dari bagian tengah hingga ujung belakang. Sedangkan header, sesuai dengan namanya adalah bagian pangkal dari seluruh pipa gas buang mobil yang menghubungkan lubang gas buang (Exhaust) pada blok mesin dengan pipa knalpot. Penggantian knalpot dapat meningkatkan performa hingga 15%, sedangkan apabila hanya mengganti header dan muffler-nya saja hanya mampu mendongkrak performa sebesar 5% saja. Jangan Sampai Salah Konfigurasi Header Konfigurasi dari header knalpot itu bisa bermacam-macam, sesuai dengan karakter dan bentuk mesin dan jumlah silindernya ataupun bisa juga dibuat sesuai dengan yang diinginkan (Custom). Yang pasti bentuk header selalu berawal dengan beberapa saluran masuk dan berakhir dengan satu saluran buang. Secara umum mobil yang mengusung mesin empat silinder, header dibuat dengan konfigurasi 4- 2-1 atau bisa langsung 4-1, biasanya untuk besarnya diameter pipa header adalah 2”. Maksud istilah header berkonfigurasi 4-2-1 adalah header dengan empat saluran masuk dari lubang exhaust kemudian digabung menjadi dua saluran dan yang terakhir digabung lagi menjadi satu saluran. Sedangkan untuk model konfigurasi 4-1 adalah header yang langsung menggabungkan keempat saluran masuk menjadi satu. Untuk header 4-2-1 yang dikumpulin adalah ujung pipa 1 dengan 4 dan 2 dengan 3, soalnya melihat posisi dari piston, dimana langkah buang 1 dan 4 hampir bersamaan, begitu juga dengan 2 dan 3, makanya disatukan biar membuangnya bersamaan. Kalau posisinya terbalik tarikannya mobil malah bisa ngempos. Setiap konfigurasi mempengaruhi karakteristik performa yang akan dihasilkan pada sebuah kendaraan. “karakter dari header 4-2-1 bisa menghasilkan tenaga tarikan bawah yang lebih mantap. Sedangkan untuk karakter header 4-1 lebih bagus pada peningkatan top-speed alias pada tarikan atasnya” ujar Hanes, juragan dari Ambarukmo Knalpot yang terletak dibilangan Jakarta Timur ini. Tapi tetap saja faktor penentu akhir adalah karakter dari mesin itu sendiri karena akan sangat menentukan jenis header yang mau diaplikasikan, apalagi untuk mesin mobil yang sudah dimodifikasi. Untuk membuat konfigurasi header 4-2-1 biasanya lebih ribet, karena selain desain yang ribet juga terkendala ruang kompartemen mesin yang ada dan kalau tidak memungkinkan untuk dibuat header dengan konfigurasi 4-2-1, dapat menggunakan konfigurasi 4-1 tapi primary pipe-nya saja yang dibuat panjang untuk mengejar torsi bawah. Jarak antara tabung dengan header juga akan sangat mempengaruhi performa dari mobil. Sesuaikan Dengan Karakter Mesin Apabila ingin performa mobil meningkat, tapi suara mobil menjadi tidak berisik, cukup hanya dengan mengganti header dari mobil dan tidak perlu mengganti knalpotnya. Alternatif lainnya adalah untuk memaksimalkannya dengan cara mengganti pipa knalpot, tapi tetap menggunakan tabung peredam beserta resonatornya. Tapi kalau memang doyan dengan suara knalpot yang berisik, selain mengganti header juga bisa mengganti pipa knalpotnya. Setiap penggantian tiap bagian dari saluran buang harus disesuaikan dengan karakter mesin mobil karena kalau tidak mesin bisa kehilangan tenaganya. Knalpot free-flow yang mengeluarkan suara sangar, hanya cocok buat mesin yang sudah dimodifikasi cukup serius. Karena untuk jenis mesin seperti itu membutuhkan saluran pembuangan yang sangat lancar. Sedangkan untuk mesin yang masih standar, saluran free-flow justru bisa membuat mobil menjadi ngempos tarikannya karena mesin juga membutuhkan tendangan balik hasil dari tahanan pada knalpot untuk bisa mencapai putaran torsi maksimumnya. Di Ambarukmo knalpot, untuk produksi knalpot full mulai dari header hingga muffler baik itu model custom ataupun dengan brand Hanes dipatok harga sebesar ±2,5 juta. Sedangkan untuk muffler dengan bahan stainless stell dihargai antara 700 ribu hingga 1,2 juta. Untuk header, yang mempunyai konfigurasi 4-1 dijual seharga 700 ribu dan yang ingin mempergunakan konfigurasi header 4-2-1 dilepas dengan harga 900 ribu. Jadi jangan sembarangan untuk mengganti knalpot ataupun headernya. Lebih baik dikonsultasikan terlebih dulu dengan orang-orang yang mengerti tentang knalpot atau langsung bertanya ke bengkel knalpot. Jangan sampai ingin meningkatkan performa mobil tapi ternyata hasilnya malah membuat mesin loyo.

Tips mengganti shockbreaker

Kegunaan peredam kejut adalah mengatur pergerakan yang timbul dari suspensi, terutama kerja per, menjaga stabilitas chassis dan badan mobil walau melalui jalan bergelombang. Ini bukan tugas yang mudah, dan di 'dunia nyata', umur peredam kejut tidak sepanjang umur kendaraan Anda. Tetapi bagaimana mengetahui peredam kejut Anda sudah harus diganti? Pertama, periksa peredam kejut yang ada di bagian bawah mobil Anda. Jika ada rembesan oli, entah itu di bagian luar tabung atau di batang piston, maka itu saatnya Anda mengganti peredam kejut. Apakah bagian luar tabung Anda penyok? Itu tandanya terbakar. Kedua, tekan dan lepaskan salah satu sudut mobil. Peredam kejut yang masih berfungsi baik akan segera kembali. Bila mobil butuh waktu beberapa saat untuk berhenti, itu tandanya peredam kejut mobil Anda sudah tidak efektif. Cara lain untuk meneliti keefektifan peredam kejut Anda adalah dengan mengendarai ke parkir area yang luas, tekan gas hingga kecepatan 100 km/jam, dan injak rem mendadak. Ketika kendaraan berhenti, apakah bagian depan mobil Anda tetap meluncur seperti burung diatas permukaan gelas? Jika iya, sudah waktunya untuk peredam kejut baru. Pada dasarnya perawatan peredam kejut tidaklah sulit. Semuanya bisa dilakukan sendiri tanpa harus pergi ke bengkel. Seperti ganti oli, pengecekan peredam kejut juga bisa dilakukan berkala, yaitu setiap 20.000 km atau 1 tahun, sehingga kondisinya selalu terkontrol. Biasanya kerusakan peredam kejut selalu terjadi karena perilaku kasar dari pemakai dan tidak pernah dibersihkan. Baik shockbreaker yang menggunakan oli maupun gas, perawatannya hampir serupa. Berikut tips untuk perawatan: 1. Hindari penggunaan pengencang baut yang menggunakan listrik (berbentuk seperti pistol) karena akan merusak ulir batang piston. Yang benar adalah dengan menggunakan kunci pas yang dapat disetel torsi maksimum kekencangannya. Kunci pas biasa juga bisa digunakan asal jangan terlalu keras, harus pakai feeling 2. Jangan menjepit batang piston menggunakan tang saat pemasangan atau melepaskan komponen. Penggunaan tang dapat menyebabkan baret pada batang piston yang akan merusak seal seal piston pada saat bekerja. 3. Pengencangan baut jangan dilakukan disaat mobil masih didongkrak, harus diturunkan dulu, didorong maju mundur kira-kira satu meter, baru kemudian dikencangkan. 4. Perhatikan kebersihan batang piston, karena kotoran pada batang piston akan mengakibatkan baret yang akan merusak katup-katup piston disaat bekerja. Selain langkah-langkah diatas, ada baiknya juga Anda periksa kerusakan yang terjadi pada shockbreaker Anda, seperti kebocoran. Juga dapat dilakukan dengan meraba kondisi ban, apakah bergelombang atau tidak. Yang penting, jangan ambil resiko dengan peredam kejut Anda. Bila tidak efektif, peredam kejut akan meminta lebih dari sekadar uang Anda.